Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dinamika Rotasi dan kesetimbangan benda tegar : Pengertian, Rumus dan contoh Soal Penyelesaian - jessipermata

                                                                        BAB 

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

Tugas 1

1.       MOMEN GAYA ( TORSI )
          Momen gaya atau rotasi sering pula disebut dengan torsi atau torka yang dinotasikan dengan (ԏ) memiliki satuan Newton meter (Nm). Pada pelajaran gerak lurus, kamu telah belajar bahwa penyebab terjadinya gerak adalah gaya. Dengan demikian pada gerak rotasi, penyebab berputarnya suatu benda dinamakan momen gaya.
          Momen gaya didenifisikan sebagai hasil perkalian antara gaya dan lengan momenyang tegak lurus ke poros atau sumbu rotasi.
Contoh momen gaya dalam kehidupan sehari-hari :
Membuka atau menutup pintu, tanganmu merupakan gaya sedang lebar pintu merupakan lengan momen ( bukan tinggi pintu lho ya ). Ayo temukan 5 contoh lagi
Gambar :





ԏ = +  , arah putaran gaya searah dengan arah jarum jam

Rumus :
ԏo = F.L
keterangan :
ԏo = momen gaya atau torsi yang sumbu atau pusat putaran ada di titik O (Nm )
F  =  gaya ( N )
L = lengan momen ( m )




ԏ = -  , arah putaran gaya berlawanan dengan  arah jarum jam
 Rumus :
ԏo = - F.L
SOAL I :
1.
jika panjang lengan momen ( L ) = 4 meter dan besar gaya 10 N, tentukan momen gaya ( torsi ) jika pusat putaran ada dititik O
Jawab:

2. 
jika L = 3 meter dan besar gaya 30 N, tentukan momen gaya ( torsi ) jika pusat putaran ada dititik O
Jawab:
arah gaya F akan berlawanan dengan arah jarum jam menuju ke pusat putaran O, torsi bernilai negatif ,  maka :

ԏo = - F.L
ԏo = - 30 . 3
     = 90 Nm

SOAL II :




Tentukan momen gaya atau torsinya jika pusat torsi/putaran ada di titik O

Jawab : 

ԏo = F.L
     = 100. 1
     = 100 Nm
    

BILA KURANG PAHAM KALIAN BISA LIHAT YOUTUBE DENGAN  DI BAWAH INI :








Jika AB = BC = CD = 1 m
Tentukan momen gaya yang bekerja pada batang AD jika pusat momen gaya ada di ……
a. titik A
b. titik C
c. titik B
d. titik D
( untuk soal point c dan d, kerjakan di rumah )
Jawab :
a. 

ԏA = ԏ1 +  ԏ2 + ԏ3 + ԏ4 
ԏ1 = F1 . L1
    = 10. 0  ( L1 = nol karena F1 langsung menempel pusat torsi/putaran, sehingga tidak punya    lengan momen L )
    =  0 Nm
ԏ2 = + F2 . L2
ԏ2 = 15 . 1
     = 15 Nm
ԏ3 = - F3 . L3
ԏ3 = - 20 . 2
     = - 40 Nm
ԏ4 = + F4 . L4
ԏ2 = 5 . 3
     = 15 Nm
Jadi :
ԏA = ԏ1 +  ԏ2 + ԏ3 + ԏ4 
ԏA = 0 + 15 – 40 + 15 = - 10 Nm
BILA KURANG PAHAM CONTOH SOAL NOMOR 2a , KALIAN BISA LIHAT YOUTUBE DENGAN LINK DI BAWAH INI :




b.    

ԏC = ԏ1 +  ԏ2 + ԏ3 + ԏ4 
ԏ1 = +  F1 . L1
    = 10. 2 
    =  20 Nm
ԏ2 = - F2 . L2
ԏ2 = -15 . 1
     = -15 Nm
ԏ3 = F3 . L( L3 = nol karena F3 langsung menempel pusat torsi/putaran, sehingga tidak punya    lengan momen L )

ԏ3 = 20 . 0
     = 0 Nm
ԏ4 = + F4 . L4
ԏ2 = 5 . 1
     = 5 Nm
Jadi :
ԏC = ԏ1 +  ԏ2 + ԏ3 + ԏ4 
ԏA = 20 - 15 + 0 + 5 = 10 Nm ( Newton meter )
 BILA KURANG PAHAM CONTOH SOAL NOMOR 2 b , KALIAN BISA LIHAT YOUTUBE  DI BAWAH INI :

kerjakan no 2C dan 2d

batas akhir  tugas 1
mulai tugas 2

Mencari nilai torsi ( ԏ )  Jika antara F dan L tidak saling tegak lurus

a.    F dan L menbentuk sudut lancip



RUMUS :

Sin ϴ  = d / L

Sehingga : d = L Sin ϴ 

ԏ = F.d

ԏ = F L Sin ϴ 

b.    F dan L menbentuk sudut tumpul

 


ԏ = F L Sin ϴ  atau ԏ = F L Sin α

catatan :

disini  nilai : Sin ϴ  =  Sin α

1.     1. diketahui gambar seperti di bawah ini

Jika AB = BC = CD = DE = 2 m

Tentukan momen gaya batang AE jika pusat putaran ada di :

 

a)   Titik A                  c) Titik D

b)   Titik C                  d) Titik E



Jawab nomor 1a :



Jawab nomor 1b :


Kerjakan nomor 1C dan 1d

 bila belum faham nomor 1 a dan 1 b, simak video di bawah ini



2.  Lima gaya bekerja pada bujursangkar dengan sisi 10 cm seperti pada gambar yang ditunjukkan  pada gambar berikut.

Tentukan momen gaya jika poros berada di titik perpotongan diagonal bujursangkar .

Jawab  nomor 2 :



bila belum faham nomor 2, simak video di bawah ini



Kerjakan nomor 3

3.  Lima gaya bekerja pada bujursangkar dengan sisi 20 cm seperti pada gambar yang ditunjukkan  pada gambar berikut.

Tentukan momen gaya jika poros berada di titik perpotongan diagonal bujursangkar .


batas akhir tugas 2

mulai tugas 3

2. Momen Inersia (I)

Beberapa pengertian :

-         Pada geral translasi massa  merupakan besaran  yang menyatakan ukuran kelembaban  suatu

-         Pada gerak rotasi yang menyatakan ukuran kelembaban suatu benda adalah momen inersia.

-         Momen inersia suatu partikel didefinisikan   sebagai hasil kali  massa partikel  dengan kuadrat  jarak partikel terhadap sumbu  putarnya atau porosnya.

 

Rumus :

I = mr2

Keterangan :

I    = momen inersia (kg m2)

m = massa partikel  (kg)

r   = jarak antara partikel dengan porosnya (m)


Bila teridiri dari beberapa partikel, maka

I = m1r12 + m2r22 + m3r32 + ……

 

Gambar :



Soal

1.    Pada titik titik sudut segitiga siku – siku dengan panjang sisi  3 cm, 4 cm, dan 5 cm ditempatkan titik  materi dengan massa mA = 5 gr, mB = 10 gr, mC = 20 gr. Tentukan momen inersia titik titik materi tersebut  jika :

a.    Sumbu rotasi melalui titik A dan tegak lurus bidang D  BAC

b.    Sumbu rotasi melalui titik A dan titik C

Gambar yang sesungguhnya dari nomor 1a

sapu lidi bersifat sebagai poros atau pusat putaran



Gambar yang sesungguhnya dari nomor 1b


2.    Sebuah segitiga siku – siku  ABC  dengan panjang sisi miringnya  AC = 50 cm. Pada titik titik sudutnya ditempatkan sebuah partikel bermassa  0,01 Kg. Sebuah sumbu putar melalui titik A dan tegak lurus  AB( ABC ). Tentukan momen inersia  semua partikelnya terhadap sumbu putarnya.

Gambar yang sesungguhnya dari nomor 2




3. Sebuah persegi ABCD dengan panjang sisi sisinya  20 cm. Pada setiap sudutnya ditempatkan partikel masing masing bermassa  20 gr. Tentukan momen inersia dari partikel – partikel  tersebut jika sumbu putarnya:

a.    Melalui titik A dan tegak lurus bidang ABCD

b.    Melalui sisi AB

Gambar yang sesungguhnya dari nomor 3a



Gambar yang sesungguhnya dari nomor 3b




 4.  Empat buah partikel masing masing bermassa 2m dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti terlihat pada gambar di bawah.  Jika sistem partikel diputar dengan poros sumbu Y maka besar momen inersia sistem partikel adalah...



5.  Perhatikan tabel berikut





Benda A,B dan C dihubungkan dengan batang tak bermassa. Besar momen inersia sistem terhadap sumbu yang tegak lurus bidang melalui poros benda A adalah…..

Gambar yang sesungguhnya dari nomor 5


Soal-soal : ( kerjakan )

1.    Pada titik titik sudut segitiga siku – siku dengan panjang sisi  6 cm, 8 cm, dan 10 cm ditempatkan titik  materi dengan massa mA = 4 gr, mB = 5 gr, mC = 10 gr. Tentukan momen inersia titik titik materi tersebut  jika :

a.    Sumbu rotasi melalui titik A dan tegak lurus bidang D  BAC

b.    Sumbu rotasi melalui titik A dan titik B

Ì

2.    Sebuah segitiga siku – siku  ABC  dengan panjang sisi miringnya  AC = 80 cm. Pada titik titik sudutnya ditempatkan sebuah partikel bermassa  0,4 Kg. Sebuah sumbu putar melalui titik A dan tegak lurus  AB atau D ABC . Tentukan momen inersia  semua partikelnya terhadap sumbu putarnya.


3.    Sebuah persegipanjang ABCD dengan panjang 15 cm dan lebar 8 cm. Pada setiap sudutnya ditempatkan partikel masing masing bermassa  10 gr. Tentukan momen inersia dari partikel – partikel  tersebut jika sumbu putarnya:

a.    Melalui titik A dan tegak lurus bidang ABCD

b.    Melalui sisi AB

4.    Empat buah partikel masing masing bermassa m, 2m, 3m dan 5m dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti terlihat pada gambar di bawah.  Jika sistem partikel diputar dengan poros sumbu X maka besar momen inersia sistem partikel adalah…


5.    Perhatikan tabel berikut



Benda A,B dan C dihubungkan dengan batang tak bermassa. Besar momen inersia sistem terhadap sumbu yang tegak lurus bidang melalui poros benda A adalah…..

batas akhir tugas 3

Mulai tugas 4

B Dinamika Rotasi

1.    Momentum sudut (L)

Adalah hasil kali momen inersia dengan kecepatan sudut

Momentum  pada gerak translasi (lurus)   P = m n

Momentum pada gerak rotasi (melingkar)  L = I ω

Keterangan :

L = momentum sudut (kgm2/s)

I = momen inersia (kgm2)

m = massa partikel (kg)

r = jarak antara poros  dengan massa partikel (m)

ω = kecepatan sudut  (rad/s)

 

    Rumus

    V = ω. r           

    P = m. ν

    L = I ω



















Rumus

L = I ω

L = m. r2ω               atau  L = m. ω. r2

   = m. r2. (v/r)

L = m. v. r

L = momentum sudut (kg m2/s)


Hubungan antara L dan t





















t = torsi/ momen gaya (Nm)

Hukum kekekalan Momentum Sudut:

Jika pada benda tidak ada resultan momen gaya bekerja atau momen gaya  pada sebuah benda adalah nol, momentum sudut  benda adalah konstan.







L = konstan

dari rumus :  L = I ω

Sehingga diperoleh rumus hukum kekekalan momentum sudut

 

                                   L1 = L2

                                 I1 ω1 = I2 ω2

Keterangan :

I1 = momen inersia benda mula-mula ( kg m2 )

ω1 = kecepatan sudut benda mula-mula ( rad/s )

I2 = momen inersia benda akhir ( kg m2 )

ω2 = kecepatan sudut benda akhir ( rad/s )

Soal :

 

1.   Sebuah benda bermassa 100 gram diikat dengan seutas tali yang panjangnya 50 cm partikel tersebut diputar dengan kelajuan linear n = 10 m/s. Tentukan besar momentum sudut partikel tersebut.

2. Seorang anak naik sepeda dengan lintasan berbentuk lingkaran yang diameternya  20 m. Jika laju lintasannya  5 m/s dan massa anak  beserta sepeda  40 Kg. Tentukan laju anguler (kecepatan sudut) anak tersebut dan tentukan pula momentum sudut anak  beserta sepedanya.

3. Karena  tiupan angin   sebuah baling baling yang terbuat  dari plastic panjangnya  20 cm dan massanya 60 gram  dapat berotasi dengan kecepatan sudut  15 rad/s. Tentukan momentum  sudut baling – baling  tersebut.



4.    seorang penari balet berputar dengan tangan terentang pada kecepatan sudut 10 rpm di atas lantai licin dengan momen inersia 12 kg m2. Kemudian tangannya  dilipat menyilang di dada hingga kecepatan sudutnya menjadi 16 rpm. Momen inersia pada kondisi menyilang di dada adalah…

 


2. Katrol yang dihubungkan dengan 1  beban

 Katrol yang kita bahas adalah katrol kasar bukan katrol licin, sehinnga massa katrol di masukkan kedalam perhitungan.

maka :

Keterangan :

I = momen inersia

I = (1/2) MR2     (untuk katrol)

m = massa benda (kg)

M = massa katrol (kg)

R = jari – jari katrol (m)

a = percepatan benda (m/s2)

α = percepatan sudut benda (rad/s2


Contoh Soal:

1.    Diketahui seperti pada gambar di bawah



Jika :

massa katrol (M) = 4 Kg

massa benda (m) = 2 Kg

Jari – jari katrol = 0,5 m

Tentukan :

a.    Percepatan benda (a)

b.    Percepatan sudut katrol (α)

c.    Torsi (t)

d.    Tegangan tali (T)


2.    Diketahui seperti pada gambar di bawah ini 

Katrol dengan bola pejal berputar dengan percepatan 2 m/s2 . Jika massa benda 2 kg, jari-jari katrol R = 0,1 m, g = 10 m/s2 , tentukan momen inersia katrol  

3.    Diketahui seperti gambar di bawah 

Sebuah katrol terbuat dari silinder pejal memiliki massa 4 kg. Bila momen gaya  pada katrol 16 Nm dan jari - jari katrol 10 cm, tentukan percepatan linear katrol (g = 10 m/s2).



4.    sebuah katrol dari benda pejal dengan tali yang dililitkan dengan tali luarnya ditampilkan seperti gambar. Gesekan katrol diabaikan. Jika momen inersia katrol I = β dan tali di Tarik dengan gaya tetap F, maka nilai F setara dengan….

5. Sebuah benda bermassa 2M berbentuk silinder dengan jari- jari R dililit dengan tali halus ( massa tali diabaikan )ujung tali dimatikan dititik tetapdan benda dibiarkan jatuh berotasi seperti gambar bawah dengan percepatan g. besar tegangan tali pada system tersebut adalah…


Soal-soal : ( kerjakan )

1.Sebuah benda bermassa 250 gram diikat dengan seutas tali yang panjangnya 45 cm partikel tersebut diputar dengan kelajuan linear n = 20 m/s. Tentukan besar momentum sudut partikel tersebut.

2. Seorang anak naik sepeda dengan lintasan berbentuk lingkaran yang diameternya  15 m. Jika laju lintasannya  10 m/s dan massa anak  beserta sepeda  80 Kg. Tentukan laju anguler (kecepatan sudut) anak tersebut dan tentukan pula momentum sudut anak  beserta sepedanya.

3. Karena  tiupan angin   sebuah baling baling yang terbuat  dari plastic panjangnya  25 cm dan massanya 75 gram  dapat berotasi dengan kecepatan sudut  20 rad/s. Tentukan momentum  sudut baling – baling  tersebut.

4.  seorang penari balet berputar dengan tangan terentang pada kecepatan sudut 20 rpm di atas lantai licin dengan momen inersia 50 kg m2. Kemudian tangannya  dilipat menyilang di dada hingga kecepatan sudutnya menjadi 22 rpm. Momen inersia pada kondisi menyilang di dada adalah…

 

5.    Diketahui seperti pada gambar di bawah

Jika :

massa katrol (M) = 6 Kg

massa benda (m) = 4 Kg

Jari – jari katrol = 0,8 m

Tentukan :

a.    Percepatan benda (a)

b.    Percepatan sudut katrol (α)

c.    Torsi (t)

d.    Tegangan tali (T)

6.    Diketahui seperti pada gambar di bawah ini 

Katrol dengan bola pejal berputar dengan percepatan 8 m/s2 . Jika massa benda 6 kg, jari-jari katrol R = 0,2 m, g = 10 m/s2 , tentukan momen inersia katrol  

 


7.    Diketahui seperti gambar di bawah 

Sebuah katrol terbuat dari silinder pejal memiliki massa 10 kg. Bila momen gaya  pada katrol 80 Nm, tentukan percepatan linear katrol (g = 10 m/s2).

 

8. Sebuah benda bermassa 4M berbentuk silinder dengan jari- jari R dililit dengan tali halus ( massa tali diabaikan )ujung tali dimatikan dititik tetapdan benda dibiarkan jatuh berotasi seperti gambar bawah dengan percepatan g. besar tegangan tali pada system tersebut adalah

batas akhir tugas 4

mulai tugas 5

3.  Katrol yang dihubungkan dengan 2 benda




















Kasus : m2 > m1

Jika katrol licin :

 

SF = m. a       

w2 – w1  = (m1 + m2). a  


   



 jika katrol kasar :





nilai T1 dan T2

T2 = m2. g – m2. a

T1 = m1. g + m1. a

Kasus : m1 > m2

Jika katrol licin :

SF = m. a       





jika katrol kasar :





nilai T1 dan T2

T1 = m1. g – m1. a

T2 = m2. g + m2. a

 

Keterangan :

M = massa katrol (kg)

m1 = massa benda 1 (kg)

m2 = massa benda 2 (kg)

a = percepatan katrol (m/s2)

T1 = Tegangan 1 (N)

T2 = Tegangan 2 (N)

Contoh Soal katrol kasar 2 benda :

1. Jika m1 = 2 Kg, m2 = 4 Kg, M = 8 Kg, Jari – jari katrol  = 0,2 m (katrol kasar) , g = 10 m/s2

Tentukan :

a.    Percepatan katrol (a)

b.    Momen inersia katrol (I)

c.    Percepatan sudut katrol (α)

d.    Torsi atau momen gaya katrol (t)

e.    Tegangan tali 1 (T1)

f.     Tegangan tali 2 (T2)












 2. diketahui seperti pada gambar di bawah

Jika m1 = 2 Kg, m2 = 1 Kg, percepatan linier a = 2 m/s2 , Jari – jari katrol  = 0,1 m (katrol kasar)

Tentukan :

a.    Massa katrol  (M)

b.    Momen inersia katrol (I)

c.    Percepatan sudut katrol (α)

 

Benda menggelinding di bidang datar






Lantai kasar berarti

v Pada gerak rotasi  :

St = I. α

fk. R = k. m. R2 . (a/R)

fk = k. m. a

fk = gaya gesek kinetic [N]

 

v Pada gerak translasi   :

S F = m . a

F - fk  = m. a

F - k. m. a = m. a

F = m. a + k. m. a

F = (1 + k) m. a


Untuk benda meluncur atau slip (tidak ada gesekan / licin)











Lantai licin berarti benda meluncur

 

F = m. a

a = F/m

n = w. R

a = α. R

 

Energi Kinetik  terdiri dari :






















Keterangan :

F = gaya (N)

fk = gaya gesek kinetic (N)

a = percepatan benda

w = kecepatan sudut benda  (rad/s )

Contoh Soal

1.    Silinder pejal bermassa  20 Kg dengan R = 10 cm didorong dengan gaya 100 N. Tentukan percepatan yang dialami silinder jika :

a.    Ada gesekan sehingga silinder menggelinding  sempurna

b.    Tidak ada gesekan, sehingga benda  meluncur

c.    Percepatan sudut jika benda menggelinding

d.    Torsi 

2.    Sebuah bola pejal bermassa 1 Kg dan jari – jari 20 cm  menggelinding  murni pada sebuah bidang datar dengan kelajuan  40 m/s. Tentukan :

a.    Energi kinetik translasi (Ekt)

b.    Energi kinetik rotasi (Ekr)

c.    Energi kinetik total (Ek total)

 


Benda menggelinding di bidang miring 













Pada gerak rotasi

St = I. α

fk. R = K. m. R2 . (a/R)

fk = K. m. a

 

Pada gerak translasi

S F = m . a

m. g. sin α - fk = m. a

m. g. sin α  - k. m. a  = m. a

m. g. sin α = fk = m. a + k. m. a

m. g. sin α = (1 + k) m. a

 







v Hukum kekekalan Energi Mekanik 















EM1 = EM2

EP1 + Ek1 = EM2 + EK2

m.g.h + 0 = 0 + (Ekt + Ekr)












Keterangan :

h = tinggi bidang (m)

ν0 = Kecepatan awal benda

ν = Kecepatan benda setelah sampai di bidang miring (m/s)

 

v Benda meluncur (tergelincir/ slip) di bidang miring

a = g. sin α               dan    v  = 2gh










Soal :

1.  Sebuah silinder pejal dilepaskan dari sebuah puncak sebuah bidang miring  yang panjangnya  4 m, g = 10 m/s2  dengan sudut kemiringan terhadap horizontal  300 tentukan :

a.  Percepatan benda

b.  Kecepatan benda  pada dasar bidang miring

c.  Waktu yang dicapai benda untuk mencapai  dasar bidang miring (Benda bila soal tidak dikatakan apa – apa berarti mengelinding ).


2.  Sebuah cincin (silinder tipis) bermassa 20 gr menggelinding  tanpa slip pada sebuah bidang miring  yang mempunyai sudut kemiringan 37o terhadap horizontal, jika  kecepatan awal  cincin 2 m/s . tentukan  percepatan dan kecepatan cincin tersebut setelah menempuh jarak sepanjang  1 m pada bidang miring.


3.  Sebuah silinder pejal bergerak  menggelinding di bidang miring dengan kecepatan awal  5 m/s  dan sin α = 0,8. Jika g = 10 m/s2 dan kecepatan   benda itu berkurang  menjadi 2 m/s. tentukan jarak  yang ditempuh oleh benda.


1.   Soal-soal (kerjakan )

Diketahui seperti pada gambar di bawah

 Jika m1 = 4 Kg, m2 = 3 Kg, M = 6 Kg, Jari – jari katrol  = 0,4 m (katrol kasar)

Tentukan :

a.    Percepatan katrol (a)

b.    Momen inersia katrol (I)

c.    Percepatan sudut katrol (α)

d.    Torsi atau momen gaya katrol (t)

e.    Tegangan tali 1 (T1)

f.     Tegangan tali 2 (T2

2. Diketahui seperti pada gambar di bawah 

Jika m1 = 2 Kg, m2 = 4 Kg, a = 8 m/s2 , Jari – jari katrol  = 0,1 m (katrol kasar)

Tentukan :

a.    Massa katrol  (M)

b.    Momen inersia katrol (I)

c.    Percepatan sudut katrol (α)

3.      Silinder pejal bermassa  40 Kg dengan R = 10 cm didorong dengan gaya 200 N. Tentukan percepatan yang dialami silinder jika :

a.      Ada gesekan sehingga silinder menggelinding  sempurna

b.      Tidak ada gesekan, sehingga benda  meluncur

c.      Percepatan sudut jika benda menggelinding

d.      Torsi ( momen gaya )

4. Sebuah silinder pejal bermassa 4 Kg dan jari- jari 10 cm  menggelinding  murni pada sebuah bidang datar dengan kelajuan  50 m/s. Tentukan :

a.      Energi kinetik translasi (Ekt)

b.      Energi kinetik rotasi (Ekr)

c.      Energi kinetik total (Ek total)

5.      Sebuah bola pejal dilepaskan dari sebuah puncak sebuah bidang miring  yang panjangnya  6 m  dengan sudut kemiringan terhadap horizontal  53o tentukan :

a.      Percepatan benda

b.      Kecepatan benda  pada dasar bidang miring

c.      Waktu yang dicapai benda untuk mencapai  dasar bidang miring (Benda bila soal tidak dikatakan apa – apa berarti mengelinding ).

6.      Sebuah cincin (silinder tipis) bermassa 50 gr menggelinding  tanpa slip pada sebuah bidang miring  yang mempunyai sudut kemiringan 30o terhadap horizontal, jika  kecepatan awal  cincin 4 m/s  tentukan : percepatan dan kecepatan cincin tersebut setelah menempuh jarak sepanjang  2 m pada bidang miring.

7.      Sebuah bola pejal bergerak  menggelinding di bidang miring dengan kecepatan awal  10 m/s  dan sin α = 0,6. Jika g = 10 m/s2 dan kecepatan   benda itu berkurang  menjadi 4 m/s. tentukan jarak  yang ditempuh oleh benda.

batas akhir tugas 5

Post a Comment for "Dinamika Rotasi dan kesetimbangan benda tegar : Pengertian, Rumus dan contoh Soal Penyelesaian - jessipermata"